Tuesday, 17 March 2015

Lemona Bakery & Resto

Melewati Jalan BKR saat ini akan terasa bedanya dengan beberapa tahun sebelumnya. Kalau dulu, sepanjang jalan ini merupakan ruas jalan yang sepi penuh pesawahan di kiri-kanan jalan, kali ini sudah sangat jauh berubah. Pesawahan sudah semakin menghilang perlahan, digantikan bangunan-bangunan permanen dan … tempat makan!
Lemona-1
Ya, Jalan BKR sudah beralih fungsi dari jalanan sepi menjadi salah satu sentra kuliner di Tasikmalaya. Tempat-tempat kuliner mulai menjamur dan bertumbuh di setiap ruas jalan, mulai dari ujung yang satu ke ujung lainnya. Berada tidak jauh dari pusat aktivitas olahraga—Dadaha—dan pusat kota, jalan BKR menjadi area yang sangat mudah dijangkau. Tidak heran kalau penikmat kuliner semakin memadati setiap lokasi kuliner yang berada di sepanjang jalan ini.
Lemona Resto adalah salah satu yang pertama kali memulai meramaikan sentra kuliner ini. Mengusung konsep family resto, Lemona menawarkan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Pengunjung bisa menempati deretan meja yang berada di lantai bawah, bersantap sambil menikmati suasana jalanan yang ramai. Atau, bisa juga duduk-duduk di lantai 2 yang lebih lapang dan luas dengan deretan meja-kursi atau tempat-tempat lesehan. Dengan kebersihan dan kenyamanan yang selalu terjaga, Lemona Resto menjadi tempat yang asyik untuk dikunjungi.
Lemona-2
Tentu lokasi yang nyaman tidak akan menjadi lengkap kalau tidak didukung oleh sajian yang lezat dan menggoda selera. Lemona Resto tampaknya tahu persis bagaimana memanjakan selera pengunjungnya. Ragam menu oriental, western, sampai ke menu nusantara siap dihidangkan. Tidak kurang dari menu puyung hay, sapo tahu, udang goreng tepung, beef steak, beef mushroom, beef cheese, sapi lada hitam, kangkung cah, juan lo/steam bot, bakar ayam madu, mie siram, ramen, sampai ke menu mainstream seperti nasi goreng, ayam goreng, mie goreng, dan bakso, lengkap dijadikan menu pilihan. Tentu dengan cita rasa dan kelezatan tersendiri. Ah ya, jangan lupakan deretan dessert yang menggoda. Red velvet dan tiramisunya benar-benar rekomended untuk dicoba!
Lemona Resto berlokasi di Jalan Raya BKR Tasikmalaya, tepat berseberangan dengan komplek perumahan BKR Regency dan sebuah minimarket. Anda tidak akan melewatkannya kalau melewati jalan ini, karena di depannya pun terdapat sebuah bilboar yang cukup besar.
Ngomongin Lemona tentu tidak akan lepas dari bayangan variasi roti dan kue. Ya, Lemona memang lebih dulu dikenal sebagai produsen roti unggulan di Tasikmalaya, sebelum kemudian melebarkan usahanya pada pengelolaan industri kuliner lainnya. Karena itu, bagi anda yang sudah jatuh cinta terhadap roti-roti Lemona dan ingin sekalian berbelanja, jangan khawatir. Anda bisa mendapatkannya pula di tempat ini. Di lantai bawah terdapat toko roti dengan produknya yang tidak kalah lengkapnya dengan yang tersedia di Toko pusatnya di Jl. Perintis Kemerdekaan atau cabang lainnya di Jl. Dr. Sukarjo Tasikmalaya.
Nah, tunggu apa lagi? Jangan ngaku pecinta kuliner kalau anda melewatkan tempat yang satu ini.

http://kulinertasik.com/2015/03/17/lemona-bakery-resto/ by iwok abqari  KWKT

Ngopi Asyik di Coffee Shop

Buat orang awam, secangkir kopi mungkin tak pernah terlihat beda; hitam dan pahit. Pada kenyataannya, banyak ragam dan varian biji kopi yang dihasilkan para petani kopi di Indonesia. Jeni kopi terdiri dari 4 macam, yaitu Arabica, Robusta, Excelsa, dan Liberia. Hanya saja, yang paling banyak dikonsumsi di dunia adalah arabica dan robusta.  Sementara varietasnya yang ada di Indonesia jauh lebih banyak lagi, di antaranya; Pasundan, Aceh Gayo, Sunda Aromanis,  Robusta Flores, Robusta Pekalongan, Toraja, Manggarai, Malabar, dan masih banyak lagi. Keragaman inilah yang kemudian menciptakan sensasi rasa yang berbeda-beda saat disesap. Itulah yang akhirnya diburu oleh para penikmat kopi, karena tak ubahnya jenis minuman lain, kopi pun bisa memiliki banyak rasa.
Baretto-3
“Selain biji kopinya, yang membedakan cita rasa secangkir kopi adalah cara penyeduhannya. Beda penyeduhannya, akan berbeda pula rasanya,” ujar Roni, salah seorang barista (peracik kopi) di Rumah Kopi Baretto. Dalam prosesnya, banyak sekali alat seduh yang digunakan agar menciptakan sajian kopi menjadi berbeda. Menyeduh kopi tidak lagi dilakukan dengan hanya menambahkan air panas saja, tetapi sudah menggunakan berbagai alat bantu lain hingga mesin yang paling  modern sekalipun. Berbagai proses penyajian dilakukan dengan beragam cara;  pour over, french press, aero press, syphon, yang mungkin akan terdengar tidak familiar untuk masyarakat awam. Tapi, melalui cara penyajian seperti ini berbagai varian kopi pun akhirnya tersaji istimewa.
Kopi tubruk adalah cikal bakal dari seluruh sajian kopi saat ini. Tapi seiring perkembangan zaman, penikmat kopi dimanjakan dengan sajian yang lebih modern. Sebut saja varian kopi seperti  espresso, cappucino, mochacino, caffe latte, machiato, dan lain-lain.  Menu-menu  kopi seperti inilah yang disajikan di setiap coffee shop yang saat ini mulai menjamur di Tasikmalaya. Dan yang menarik, coffee shop menjelma menjadi tren baru sebagai tempat nongkrong asyik saat ini. Kumpulan anak muda menjadi pemandangan umum yang terlihat di setiap sudut warung kopi yang tersebar di berbagai wilayah di Tasikmalaya. Segelas kopi tentu saja tersaji di hadapan mereka, menemani perbincangan hangat yang terjadi.
“Saya suka ngopi di coffee shop bukan semata-mata karena kopinya saja, tapi nyari suasana buat nongkrongnya,” kata Heny, salah seorang member KWKT yang lebih memilih kopi Robusta dibanding Arabica, karena rasanya lebih kuat, katanya. Ia biasa memesan vietnam drip with milk dengan biji kopi Robusta Flores kalau sedang hangout di coffee shop.  Makanya Heny sering mencari lokasi ngopi yang suasananya bikin betah.
Baretto-2
Alasan serupa disampaikan Sugih Riyanto yang suka ngopi di coffee shop karena bisa sekalian ngumpul bareng teman-temannya. “Ngopi asyik itu tidak cukup satu atau dua jam karena diselingi ngobrol ngaler-ngidul, sehingga butuh tempat yang tidak bisa diganggu.”.  Tidak heran kalau dalam seminggu Sugih bisa 4 sampai 5 kali nongkrong di coffee shop. Biasanya setelah pulang kerja ia akan langsung meluncur ke coffee shop favoritnya.
Lain lagi dengan Gian Adel. Ia senang sekali mengunjungi warung-warung kopi karena menurutnya setiap coffee shop memiliki konsep yang berbeda-beda. “Segelas kopi di coffee shop yang berbeda memberikan cerita yang berbeda pula,” ujarnya.
Tidak dapat dipungkiri kalau kandungan kafein dalam kopi dapat membangkitkan energi dan semangat dalam tubuh, termasuk membuat pikiran menjadi lebih rileks. Alasan inilah yang dikemukakan Aivi tentang hobinya ngopi di coffee shop. “Coffee shop jadi semacam pelarian untuk refreshing dan mengistirahatkan pikiran, karena setiap harinya aku disibukkan dengan kegiatan mengejar omzet jualan, penat memikirkan marketing maupun branding produk yang dijual.”
Pada akhirnya, coffee shop tidak hanya sebagai tongkrongan biasa karena banyak hal yang menarik yang bisa dilihat, termasuk pembelajaran tentang seluk-beluk dunia kopi. “Melihat barista meracik kopi itu asyik!” kata Aivi. “Mulai dari menggiling, penambahan air, sampai pembuatan latte art menggunakan foam dari susu. Aku juga jadi tahu cara membedakan berbagai macam rasa kopi, mulai dari tingkat keasaman, sensasi buah-buahan yang dicecap, hingga pengetahuan mengenai aneka biji kopi dari setiap daerah penghasil.”
Saat ini, banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi para penikmat kopi di Tasikmalaya. Di antaranya; Rumah Kopi Baretto, Osmosis Coffee, Par Coffee, Express Coffee, Ngopitiam, Pergola, Kopi Lawas, Coffee Talk, Photongopi, Bross Coffee, Kopi Dadas, dan masih banyak yang lain.  So, buat yang pengen nongkrong sambil ngopi-ngopi asyik, tempat-tempat tersebut bisa jadi pilihan anda.

http://kulinertasik.com/2015/03/17/ngopi-asyik-di-coffee-shop/ by iwok abqari/KWKT

Pecel Oranye, Pecel Legenda!

Berbicara masalah pecel di Tasikmalaya, area seputar Jalan Kalektoran tentu tidak boleh dilewatkan. Siapa tidak mengenal cita rasa pecel Bi Iyoy atau Bi Encar? Nama keduanya bahkan sudah dikenal jauh ke luar kota serta menjadi salah satu lokasi wisata kuliner bagi wisatawan yang datang ke Tasikmalaya. Atau pecel Bi Oma yang berlokasi di seputaran jalan Sutisna Senjaya (belakang Bank BTN)? Yang satu ini pun sudah menjadi buruan pecinta pecel sejak lama.
Pecel Oranye
Tapi, tahukah kalau Tasikmalaya mempunyai warung pecel yang sudah melegenda? Warung Pecel ini bahkan sudah berjualan sejak tahun 1925! Tentu jadi sebuah catatan tersendiri mengingat saat itu Indonesia masih berada di bawah masa penjajahan Belanda. Karena itulah warung pecel ini bisa dianggap sebagai salah satu pionir industri kuliner di Tasikmalaya.
Buat masyarakat Tasikmalaya, Pecel Oranye mungkin masih kalah pamor dengan nama besar penggiat usaha pecel lainnya belakangan ini. Tapi, kalau menilik jauh ke belakang, Pecel Oranye tetaplah sebuah legenda yang belum tergantikan. Menurut Bu Dedi, pengiat Pecel Oranye saat ini, usaha berjualan pecel ini sudah dilakukan selama 3 generasi, dimulai dari Neneknya, Ibunya, lalu oleh beliau saat ini. Tidak heran kalau Pecel Oranye sudah memiliki pelanggan tersendiri, khususnya mereka yang sudah mengenal keberadaan tempat ini sejak lama.
Pecel Oranye berlokasi di Jalan Empang (Pasar Mambo) Tasikmalaya. Posisinya tepat di belokan ke arah kiri dari Jalan Pemuda, tepat di seberang Hotel Selamat. Lokasi usahanya tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman bagi mereka yang ingin menikmati hidangan di tempat.
Pecel Oranye 2
Pecel Oranye memiliki keunikan tersendiri karena bumbu kacangnya tidak melalui proses diulek, melainkan diblender. Bumbu kacang ini sudah dibikin terpisah sebelumnya sehingga bisa segera disajikan setiap kali ada pesanan dengan menambahkan air secukupnya. Siramkan pada sayuran rebus yang sudah ditata di atas piring, dan pecel oranye siap untuk disajikan. Cita rasanya menjadi lebih segar dengan tambahan perasan jeruk nipis. Terdengar seperti proses pembuatan gado-gado, ya? Tidak perlu heran juga karena Pecel Oranye tidak saja menyajikan pecel, tetapi juga gado-gado. Mungkin karena itu penggunaan bumbunya pun sama.
Dalam perjalanan usahanya, Pecel Oranye sempat menyajikan ragam menu masakan khas Thailand. Pada akhirnya, Pecel Oranye kembali mengkhususkan pada penyajian pecel dan gado-gado saja karena memang menu inilah yang lebih banyak dicari pelanggannya. Untuk memenuhi permintaan pelanggan setianya yang terkadang datang dari luar kota, Pecel Oranye menyediakan penjualan bumbu pecel keringnya. Pelanggan tinggal menyediakan sayuran rebusnya sendiri, seduh bumbunya, dan Pecel Oranye buatan sendiri sudah siap disantap.
Kalau anda adalah salah seorang penikmat pecel, yang satu ini tentu harus anda coba.

http://kulinertasik.com/2015/03/17/pecel-oranye-pecel-legenda/ by iwok abqari

Merchandise Project – Batch 2

Merchandise KWKT
Tertarik mendapatkan merchandise KWKT keren ini? Yuk, buruan order!

Q      :        MERCHANDISE PACK KWKT ITU ISINYA APA SAJA?
A     :        Merchandise Pack KWKT itu isinya 1 buah T-Shirt, ID CARD KWKT , Pin, Keychain (gantungan kunci), 2 buah sticker (printing dan cutting), dan 1 buah Totebag.

Q      :        HARGANYA BERAPA?
A      :        Untuk Merchandise Pack KWKT ini harga nya Rp 150.000,-, tapi jika menginginkan kaos tangan panjang, ada tambahan biaya sebesar Rp 10.000,-, dan untuk yang kaosnya ukuran jumbo, dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 20.000,-.

Q      :        KELEBIHAN DARI MEMILIKI MERCHANDISE PACK KWKT INI APA?
A      :       Kelebihan dari memiliki Merchandise Pack KWKT ini kamu akan langsung mendapatkan 1 (satu) paket merchandise istimewa yg dikeluarkan secara terbatas oleh KWKT dan tidak dijual bebas di manapun. Dan otomatis menjadi Registered Member KWKT yang ditandai dengan adanya ID Card yg selain berfungsi sebagai kartu tanda keanggotaan, ke depannya jugadapat berfungsi sebagai kartu diskon di beberapa spot kuliner yg merupakan partner dari KWKT (syarat dan ketentuan berlaku).

Benefit lainnya adalah kamu dapat berpartisipasi langsung dalam kegiatan dan/atau event yang diadakan oleh KWKT dan tentu saja bisa menambah relasi, memperluas networking, mendapatkan teman-teman baru, bahkan bisa juga dipakai sebagai ajang mengaktualisasikan diri dan ajang promosi. Keuntungan lainnya bisa dirasakan sendiri nanti setelah bergabung.

Q      :        SEBAGAI PENGGIAT KULINER, APAKAH SAYA HARUS MEMBERIKAN DISKON KEPADA PARA PEMEGANG ID CARD KWKT JIKA SAYA MENJADI REGISTERED MEMBER KWKT?
A      :        Sebagai penggiat kuliner, kalaupun kamu mendaftar sebagai registered member KWKT, tidak diwajibkan untuk memberikan diskon unrtuk para pemegang ID Card KWKT di spot kulinernya. Tetapi jika penggiat kuliner itu ingin memberikan diskon dipersilakan. Besaran diskon tergantung kebijaksanaan penggiat kulinernya masing-masing.

Q      :        ID CARD INI BERLAKU SEUMUR HIDUP?
A      :        ID Card ini berlaku selama 1 (satu) tahun sejak tanggal diterimanya ID Card oleh registered member. Untuk perpanjangandapat dilakukan dengan melakukan registrasi ulang ke Sekretariat KWKT.

Q      :        MERCHANDISE PACK KWKT INI READY STOCK?
A      :        Merchandise Pack KWKT ini dapat diperoleh dengan sistem PO (Purchase Order), sebelum nya kamu harus melakukan pemesanan dan pembayaran terlebih dahulu. Pembayaran bisa dilakukan full payment atau down payment (minimal Rp 100.000,-). Untuk pembayaran bisa melalui transfer via Bank BCA Norek. 0540853002 atas nama Heny Rezekiani Soelaeman atau datang langsung kepada penerima pendaftaran.

Q      :        KALO SAYA TIDAK TINGGAL DI TASIK BOLEHKAH MEMBELI MERCHANDISENYA?
A      :        Boleh banget, merchandise ini tidak khusus untuk kamu yang berdomisili di Tasik saja.

Q      :        TAPI SAYA JARANG PULANG KE TASIK, BAGAIMANA?
A      :       Kalo mau dikirim ke tempatmu yang sekarang juga bisa, tapi ongkos kirim ditanggung sendiri.

Q      :        KEMANA SAYA HARUS MELAKUKAN PEMESANAN DAN PEMBAYARANNYA ?
A      :        Untuk pemesanan bisa menghubungi Div. Dana Usaha KWKT via WA, SMS atau telepon. Bilang saja mau memesan Merchandise Pack KWKT, dan nanti kamu akan dikasih form yg harus diisi.

CONTACT PERSON :
HENY – 081322007372
GITAMI – 08566554090